“Pamit Melabuh Jimat, Kakek 88 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Bulus Bantul”
Warga Dusun Wonorejo, Bangunharjo, Sewon, Bantul, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat kakek bernama Mbah Karto (88) di Sungai Bulus pada Selasa pagi. Kejadian nahas ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga, mengingat Mbah Karto sebelumnya berpamitan untuk melabuh jimat di sungai tersebut. Penemuan mayat kakek ini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat setempat, mengundang perhatian atas ritual kuno dan potensi bahaya yang mengintai di balik keyakinan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, Mbah Karto pada Senin malam sempat berpamitan kepada sang istri untuk pergi ke Sungai Bulus. Tujuannya adalah untuk melarung atau melabuh jimat yang dimilikinya. Ritual melabuh jimat ini merupakan salah satu tradisi yang masih dipegang teguh oleh sebagian masyarakat Jawa, di mana benda pusaka atau jimat dilarung ke sungai sebagai bentuk penyerahan diri atau untuk tujuan tertentu. Namun, hingga dini hari, Mbah Karto tak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga semakin menjadi-jadi ketika Mbah Karto tak bisa dihubungi. Upaya pencarian pun segera dilakukan oleh pihak keluarga dan warga sekitar. Tim SAR gabungan juga turut dikerahkan untuk menyisir area Sungai Bulus. Pencarian membuahkan hasil tragis pada Selasa pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad Mbah Karto ditemukan mengambang di aliran sungai, tak jauh dari lokasi di mana ia diduga melabuh jimat.
Kapolsek Sewon, Kompol Sudarto, menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan awal tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat, Mbah Karto terpeleset dan tenggelam saat melakukan ritual melabuh jimat tersebut. Usia Mbah Karto yang sudah renta dan kondisi sungai yang mungkin licin atau arusnya cukup deras menjadi faktor yang memperbesar kemungkinan terjadinya kecelakaan. Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan keselamatan, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitas di sekitar sungai, terlebih di usia senja.
Pihak keluarga telah menerima kenyataan pahit ini dengan tabah dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Jenazah Mbah Karto kemudian dibawa pulang untuk disemayamkan dan dimakamkan. Kisah tentang kakek 88 tahun yang ditemukan tewas di Sungai Bulus setelah pamit melabuh jimat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk selalu waspada dan mempertimbangkan keselamatan dalam setiap aktivitas.
