Pelestarian Seni Tatah Sungging Wayang Kulit Desa Pucung Bantul

Admin/ Agustus 11, 2026/ seni

Wayang Kulit buatan para perajin tradisional di Desa Pucung, Imogiri, Kabupaten Bantul, terus dilestarikan keberadaannya melalui sanggar pelestarian seni tatah sungging warisan leluhur. Desa Pucung sejak lama diakui sebagai sentra utama pembuat kulit wayang berkualitas tinggi yang menjadi pamasok utama kebutuhan para dalang ternama di seluruh Nusantara. Proses pembuatan seni kriya ini membutuhkan tingkat ketelitian, kesabaran, dan keahlian tangan yang sangat tinggi dalam memahat lembaran kulit kerbau serta mewarnainya dengan cat kriya khusus.

Para empu pengerajin senior telaten membimbing anak-anak muda desa untuk mempelajari setiap tahapan pengerjaan wayang, mulai dari perendaman kulit, pemahatan pola karakter, hingga pewarnaan rincian busana wayang. Setiap karakter tokoh wayang seperti Semar, Arjuna, hingga Rahwana memiliki pakem bentuk dan warna khusus yang harus diikuti secara presisi tanpa meninggalkan nilai estetika sejarahnya. Penggunaan cat warna emas murni sering diterapkan pada wayang kualitas super untuk memberikan kesan megah dan anggun.

Program pelestarian kriya wayang kulit tradisional ini mendapatkan dukungan penuh dari dinas kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui program desa budaya dan bantuan pameran kriya. Produk wayang buatan Desa Pucung tidak hanya diminati oleh para dalang pertunjukan, tetapi dicari oleh para kolektor seni mancanegara sebagai hiasan dinding yang sangat bernilai tinggi. Penjualan secara online melalui galeri seni digital mempermudah kolektor luar negeri membeli karya seni asli dari pengerajinnya.

Pelestarian seni pahat wayang ini juga diimbangi dengan penyelenggaraan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk secara berkala di Balai Desa Pucung. Ajang pertunjukan ini menjadi sarana hiburan rakyat sekaligus tempat menguji kualitas wayang buatan para pengerajin muda di atas panggung kelir yang sebenarnya. Kesadaran masyarakat desa untuk merawat tradisi leluhur terbukti sukses menjaga kelangsungan seni kriya bersejarah ini dari ancaman kepunahan.

Melalui komitmen tinggi dalam pelestarian seni wayang kulit di Desa Pucung Bantul ini, mahakarya kebudayaan kebanggaan Indonesia dipastikan akan terus terjaga keberadaannya secara abadi. Keahlian tatah sungging tradisional terbukti mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengorbankan keaslian pakem nilainya. Kesuksesan Desa Pucung dalam merawat seni tradisi menjadi inspirasi berharga bagi pelestarian kebudayaan di seluruh wilayah Indonesia.

Share this Post