Proses Pembuatan Kipas Kulit Ukir Warna Emas Khas Bantul Jogja

Admin/ Juli 31, 2026/ Berita

Proses Pembuatan kipas kulit ukir dengan aksen pewarnaan emas murni merupakan kerajinan kriya halus tradisional yang berkembang pesat di Sentra Kerajinan Kulit Pucung, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Kipas kulit ukir ini memadukan ketrampilan tatah tatah kulit tradisional wayang dengan fungsi praktis perkakas pendingin badan yang berestetika sangat tinggi. Produk kerajinan ini tidak hanya dimanfaatkan sebagai alat pengipas angin harian, tetapi telah berkembang menjadi barang cinderamata pernikahan mewah, barang koleksi seni etnik, serta media promosi budaya Nusantara. Penggunaan bahan kulit sapi olahan bermutu tinggi menjadikannya tahan lama, tidak mudah robek, dan terkesan eksklusif.

Langkah awal pengerjaan dimulai dari memilih lembaran kulit sapi olahan yang telah ditipiskan dan dikeringkan secara merata. Pengrajin menjiplak pola desain kipas yang memuat ornamen ukiran khas Jogja seperti motif batik kawung, parang, atau suluran flora pada permukaan kulit menggunakan pena khusus. Lembaran kulit tersebut kemudian diregangkan di atas papan kayu landasan untuk memasuki tahapan penatahan atau pengukiran berlubang (karawitan). Pengrajin menggunakan puluhan jenis pahat penatah baja berukuran kecil yang dipukul menggunakan palu kayu guna membentuk lubang-lubang motif dekoratif yang sangat halus dan presisi.

Setelah lembaran kulit selesai ditatah menjadi pola ukiran tembus pandang yang cantik, pengrajin beralih ke tahapan pewarnaan atau lukis kain. Proses Pembuatan kipas kulit ini menggunakan cat pewarna khusus yang dikombinasikan dengan bubuk cat prada emas mengkilat pada bagian garis-garis tepi motif ukirannya. Ketrampilan menorehkan warna emas menggunakan kuas mikroskopis memberikan sentuhan efek kilau keemasan yang amat mewah saat lembaran kipas terkena pendaran cahaya lampu. Warna cat yang diserap dengan baik oleh serat kulit tidak akan pecah atau mengelupas meskipun kipas dikepakkan secara berulang-ulang saat dipakai.

Lembaran kulit berukir yang telah diwarnai kemudian dipasangkan pada gagang penopang yang terbuat dari bahan tanduk kerbau, kayu sonokeling, atau bambu pilihan. Pengrajin menyatukan lempengan daun kipas dengan tangkai gagang menggunakan kuncian paku kelim kuningan secara presisi agar kipas dapat dilipat dan dibuka kembali secara lancar tanpa hambatan. Tahap akhir adalah proses pembersihan dan pengontrolan kerapian detail, memastikan seluruh sudut kipas kulit ukir terbebas dari sisa bahan kasar dan siap dikemas ke dalam kotak kemasan souvenir eksklusif bertaraf premium.

Secara keseluruhan, pengerjaan kerajinan kipas kulit ukir warna emas khas Bantul ini menunjukkan tingginya keahlian kriya kulit masyarakat Yogyakarta yang tiada tandingannya. Melalui Proses Pembuatan yang mengandalkan keahlian murni tangan-tangan terampil perajin lokal, limbah kulit sapi diubah menjadi barang kerajinan bernilai seni dan ekonomis sangat tinggi. Produk kipas kulit Bantul kini telah dipasarkan ke berbagai kota besar Indonesia serta menjadi komoditas ekspor favorit ke negara-negara di Asia dan Eropa. Pelestarian kerajinan tatah kulit ini menjadi bagian vital dalam menjaga keutuhan warisan budaya bangsa.

Share this Post