Ustaz Ini Terciduk Bawa Sabu Saat Akan Mengajar di Lapas Tanjung Gusta
Sebuah ironi dan keprihatinan mendalam menyelimuti dunia pendidikan agama dan penegakan hukum di Sumatera Utara. Seorang ustaz berinisial AR keciduk tangan bawa narkoba jenis sabu saat hendak memberikan pengajaran agama di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tanjung Gusta, Medan. Peristiwa ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas, moralitas, dan bahaya narkoba yang bisa menjerat siapa saja, termasuk tokoh agama.
Kronologi Penangkapan di Pintu Masuk Lapas Tanjung Gusta dan Barang Bukti
Ustaz AR diamankan oleh petugas Lapas Kelas I Tanjung Gusta sebelum yang bersangkutan sempat masuk ke dalam area pembinaan pada Sabtu (20/4/2024) siang. Kecurigaan petugas terhadap gerak-gerik pelaku saat pemeriksaan rutin di pintu masuk berujung pada penggeledahan badan. Hasilnya, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil sabu yang disembunyikan di dalam dompetnya. Penangkapan ini tentu saja mengejutkan pihak Lapas dan para narapidana yang menantikan pengajaran agama dari pelaku.
Ironi Profesi dan Penyalahgunaan Kepercayaan di Lapas
Profesi ustaz bawa sabu yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan memberikan contoh yang baik, justru tercoreng oleh tindakan AR. Kepercayaan yang diberikan untuk membina rohani para narapidana di Lapas Tanjung Gusta disalahgunakan dengan membawa masuk barang haram. Hal ini tentu menjadi tamparan keras bagi citra tokoh agama dan menimbulkan pertanyaan tentang proses seleksi pengajar agama di lingkungan pemasyarakatan, khususnya di Lapas Tanjung Gusta.
Motif Pelaku dan Kemungkinan Jaringan di Dalam Lapas
Hingga saat ini, motif pasti AR membawa sabu ke dalam Lapas masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polsek Helvetia. Apakah pelaku hanya sebagai pengguna, atau terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di dalam Lapas Tanjung Gusta, masih perlu diungkap. Kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, baik dari dalam maupun luar Lapas, juga tidak dapat diabaikan dan akan didalami oleh petugas.
Dampak Negatif dan Upaya Pembenahan di Lapas Tanjung Gusta
Kasus ini tentu memberikan dampak negatif terhadap citra pembinaan agama di Lapas Tanjung Gusta dan kepercayaan narapidana terhadap para pengajar. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi dan pengawasan pengajar agama di Lapas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Selain itu, upaya pemberantasan narkoba di dalam Lapas Tanjung Gusta juga perlu ditingkatkan secara signifikan.
